Rabu, 06 Juni 2018

Tentang yang telah lalu

Entah darimana cerita ini berawal...

Pagi ini aku ingin kembali menulis ceritaku disini.
Bukan agar dia atau siapapun tau,
Hanya saja...
Aku ingin terlepas dari segala perasaan sedih dan kecewa itu.

Pagi ini...
Aku tidak ingin terlalu banyak berharap untuk bahagia,
Karena hanya perasaan kecewa yang kudapatkan setelahnya.
Kemudian pergi seperti tak terjadi apa-apa,
Bahkan ketika perasaanku dicampakkan pun semuanya seolah baik-baik saja.

Aku tak pernah mengerti makna dari bahagia,
Kecuali yang kudapatkan dari sahabat dan keluarga,
Hanya itu!
Bukan dari seseorang yang kuharapkan untuk hidup bersama.
Ah...
Sudahlah...

Aku ingat beberapa lelaki yang pernah singgah mewarnai hidupku.
Semua ceritanya pun berakhir dengan rasa yang sama "KECEWA"

Lelaki ini pernah menemaniku hampir 3 tahun lamanya...
HAHA!
"menemani" itu bukan seperti yang kalian pikirkan,
dia hanya TEMAN DEKAT yang lebih dari kata dekat,
dia orang pertama yang selalu kucari dan selalu kuharapkan untuk menjadi bagian dalam hidupku kelak

Ya...
Hanya aku...

Ketika itu aku terlalu berharap, sampai aku dibutakan oleh rasa tertarikku selama beberapa tahun lamanya. Entahlah...

Pada pertemanan itu aku selalu mengagumi dan menghawatirkannya,
hingga aku lupa bahwa dia pernah mengabaikan perasaanku dan menjalin hubungan dengan wanita lain. 

Hatiku hancur? Tentu saja. 

Dia bahkan tak pernah peduli akan hal itu, sehingga aku memilih untuk menjauh darinya.

Beberapa bulan setelahnya, dia mengakhiri hubungan dengan wanita itu dan kembali mendekatiku. Apa aku kembali menyukainya? YA! Dan itu adalah kebodohan terbesarku. 
Percayalah, aku tak pernah memiliki hubungan yang kuharapkan darinya. 
Hingga pada akhirnya aku sadar dan menyerah,
Aku benar-benar TIDAK berarti untuknya. 
Akupun memilih pergi dan memulai kehidupanku yang baru tanpa ada dia.

Beberapa bulan berlalu...

Aku kembali dipertemukan dengan seorang lelaki, haruskah kusebut siapa dia? Tentu saja tidak.

Aku bingung bagaimana harus mendeskripsikan sosoknya didalam hidupku.
Terlalu singkat dan tak berarti apa-apa.

Mungkin sepenggal dari lirik lagu ini mewakili rasa kecewaku padanya.

"Kau datang sekejap membawa harapan, lalu kau pergi meninggalkan diriku" - Sean (How Could You)

Yups! begitulah yang terjadi. 
Harapan yang datang secara tiba-tiba memang lebih banyak membawa kekecewaan daripada kebahagiaan. 
Dan terjadi lagi... 
Beberapa kali aku bertemu dan menghabiskan waktu dengannya, pertemuan-pertemuan itu sempat membuatku yakin, "Mungkin dia orangnya"

Namun...
Lagi-lagi harapan yang kubangun itu kandas. 

Lelaki ini tiba-tiba menghilang dan kabar yang kudapatkan setelahnya adalah dia sudah memiliki hubungan dengan wanita lain.

Aku nggak ngerti apa yang salah dengan mereka, atau mungkin ada yang salah dengan diriku?
Ntahlah...

Sejak itu aku berhenti untuk berharap
Aku berhenti untuk memaksa diriku untuk mencari seseorang
Aku benci untuk percaya dan kemudian jatuh kedalam perangkap yang sama
Aku merasa terlalu bodoh ketika dibutakan oleh rasa cinta
Aku hanya membutuhkan seseorang yang bisa membuatku yakin tentang adanya masa depan,
HAHA!

Aku bukan anak-anak remaja yang ingin menjalin hubungan hanya sekedar untuk mendapatkan status.

TIDAK!

Itu bukan pemikiranku saat ini. Karena bagiku, hubungan bukan untuk menghabiskan masa muda dengan sia-sia. 

Bagiku, hubungan adalah komitmen. Hubungan adalah jalan untuk mendewasakan diri, dan lewat cara itu kita bisa bahagia bersama. Itulah yang kuharapkan.

Jika seseorang bertanya, kenapa sampai saat ini aku belum memiliki kekasih.
Percayalah, bahwa aku sangat ingin. Hanya saja... Aku belum menemukan orang yang tepat.
 
Aku selalu percaya pada Tuhan yang menjauhkanku dari orang-orang yang salah, 
Aku percaya Dia telah mempersiapkan yang terbaik dari segala yang baik untukku. 
Ya! Aku Percaya.

Oke...
Itu hanyalah kata-kata penghibur untuk hati yang terluka.
Kuharap bahagia itu sungguh nyata adanya. 

- Flo-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar