Senin, 04 September 2017

Pengalaman Berharga Ketika Mengendarai Motor (1)

Ini adalah beberapa pengalaman horor aku selama mengendarai motor.



Kenapa aku bilang horor? Tentu saja semua itu ada alasannya, karena aku udah sering banget jatuh dari motor sejak pertama kali aku bisa mengendarainya. Beberapa dari pengalaman itu diakibatkan oleh beberapa kejadian yang lucu dan ada juga yang buat aku sampai trauma.

Aku ingat dulu aku sama sekali nggak bisa menggendarai motor, tapi aku diajari oleh papa ketika kelas 1 SMA, tapi ini hanya sekedar diajari saja dan belum boleh bawa motor sendiri, alasannya tentu saja karena aku belum memiliki SIM.

Sebenarnya aku punya banyak pengalaman buruk ketika mengendarai motor dan diantara semua itu aku pengen share 2 kejadian yang membekas banget diingatan aku

Aku ngeshare cerita ini bukan untuk mengajari, menakuti atau ada maksud lain, disini aku hanya sebatas menceritakan pengalaman aku, agar para pembaca juga lebih hati-hati dalam mengendarai sepeda motor. Satu lagi... kejadian-kejadian ini aku alami bukan karena melanggar lalu lintas ataupun karena ngebut-ngebut'an dijalan ya, semua ini murni kecelakaan individu karena kurang hati-hati.

Oke, aku mulai dari cerita pertama.
Ini terjadi pada tahun 2012 ketika aku duduk dibangku SMA kelas 2 dan akan naik ke kelas 3 SMA. Saat itu adalah bulan Desember dan sekolah sudah libur untuk menyambut natal dan tahun baru. Malam itu, tepatnya tanggal 27 Desember 2012, aku dan temen ku pergi untuk natalan. Ketika hendak pulang kerumah, hari sudah mulai gelap.

*Oh iya, aku lupa menceritakan kalau sebenaranya mata aku mines, waktu itu masih -150, jadi belum terlalu parah hingga aku tidak terlalu sering mengenakan kacamata, terutama untuk kegiatan sehari-hari, dan mengkin pengelihatanku pada malam itu merupakan salah satu faktor kecelakaan tunggal yang aku alami.

Malam itu aku mengendarai motor dengan kecepatan sedang, aku nggak tau kalau ternyata didepan aku ada mobil berwarna hitam yang tiba-tiba berhenti. Karena kaget aku pun ngerem mendadak dan ternyata aku ngerem tepat diatas jalanan yang berlubang, sehingga motorku hilang keseimbangan dan aku jatuh kesebelah kanan. Ada beberapa warga yang membantu ketika itu dan menawarkan untuk mengantarkan ku pulang, namun aku menolak dan segera naik keatas motor lagi, tanpa aku sadari ternyata ada batu besar sudah menancap di daerah lutut ku, serius... aku sama sekali nggak tau, dan aku pulang sendirian dalam keadaan menahan sakit.

Awalnya aku sama sekali nggak ngerasa sakit. Gila aja, itu batu nancep loh dan aku baru sadar ditempat yang lumayan terang, bego nya aku langsung kibasin tuh batu, mumpung gak terasa kan sakitnya... :" tapi setelah tiba dirumah, mama dan papa udah kaget banget ngeliat tu lubang di lutut dan langsung membawaku ke rumah sakit terdekat.

Saat itu posisi kakiku ditekuk dan sulit untuk diluruskan, sampai akhirnya tiba dirumah sakit, pihak rumah sakit membantu untuk meluruskan kakiku dan kemudian akupun mendapat 3 jahitan di daerah lutut. Kalian tau apa yang terjadi setelah kecelakaan itu? Aku tidak bisa berjalan dalam waktu yang cukup lama, kurang lebih 1 bulan lamanya aku sudah seperti suster ngesot dan 1 bulan berikutnya aku berjalan menggunakan tongkat. Untungnya ketika itu adalah libur sekolah, jadi aku tidak harus bolos sekolah. Tapi ya ituu... aku sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa selama hampir satu bulan, gak bisa kemana-mana dan terkurung didalam rumah.

Selain itu, aku harus belajar menggunakan tongkat untuk berjalan. Parahnya lagi... ketika semua itu berdampak pada kehidupanku disekolah. Kalian tahu kenapa? Aku baru sadar ketika itu kelasku ada dilantai 2. *jeng jeng jeng....

Saat itu liburan sekolah sudah berakhir. Aku masih belum bisa berjalan dengan normal dan harus dibantu oleh tongkat. Setiap pagi aku harus berangkat sekolah lebih awal karena diantar oleh papa ku sebelum berangkat kerja, aku juga udah ngerepotin papa karena harus gendong aku naik tangga kelantai 2 sampai kekelas.

Aku ingat banget gimana menderitanya aku waktu itu. 

Aku ini tergolong anak yang sangat rutin buang air kecil, jadi ketika itu hampir setiap hari setidaknya satu kali harus pergi nyetor ke toilet, parahnya lagi lokasi toilet itu sangat jauh dari kelasku dan berada di lantai bawah (nggak ada toilet dilantai 2 karena saat itu lantai 2 termasuk bangunan baru dan hanya ada 3 kelas diatas). 

Disaat orang lain pada jajan diwaktu istirahat mereka, kalian tahu apa yang aku lakukan? Aku menghabiskan waktu istirahat hanya untuk pergi ke toilet :'(
Kalau gak salah, waktu istirahat saat itu sekitar 15-25 menit ya? aku lupa karena udah lama banget. 

Dampak lain kecelakaan itu dalam kehidupan aku yaitu... Aku merasa sangat putus asa dan berpikir akan berhenti menari. Karena aku adalah salah satu anggota ekskul tari tradisional di sekolahku. Aku sedih banget, bahkan aku sempat mikir kalau aku nggak akan pernah bisa nari lagi seumur hidup aku, nggak bisa lari lagi, ataupun gak bakalan bisa jalan lagi. 

Aku sudah sangat putus asa.

Tapi ternyata rencana Tuhan berkata lain, perlahan-lahan aku mulai sembuh...
Mulai bisa jalan lagi tanpa tongkat setelah hampir 3 bulan aku seperti kehilangan arah.

Kalian tahu nggak?

Setelah kecelakaan itu, aku memberanikan diri untuk kembali beraktifitas seperti biasa, dan memberanikan diri untuk ikut perlombaan tari tradisional tingkat kota mewakili sekolahku bersama teman-temanku. Awalnya aku sedikit ragu, karena kakiku sering kambuh tiba-tiba, tapi aku kembali berfikir bahwa ini adalah kesempatan terakhir aku untuk tampil sebelum aku meninggalkan bangku SMA, tentu aku tak mau membuang masa-masa SMA ku dengan sia-sia. 

Saat itu kakiku memang beberapa kali kambuh, karena seperti yang kalian tahu bagi seorang penari ataupun dancer, kaki adalah salah satu bagian yang sangat penting untuk bergerak (walaupun semua bagian tubuh itu penting untuk bergerak sih *hehe) 

Tapi, Puji Tuhan usaha aku dan teman-temanku gak sia-sia. Kami berhasil mendapatkan juara ke 2 tingkat kota.

Kalian tahu apa yang aku pelajari dari pengalamanku ini?
Pertama, berhati-hatilah dalam berkendara
Kedua, pengelihatan dan fokus saat berkendara itu penting, jadi jangan pernah menyepelekan apa yang kamu lihat ketika sedang berkendara dijalan.
Ketiga, kita gak akan pernah tau apa yang akan terjadi pada kita ketika kita mengalami kecelakaan, kalian bisa saja selamat, cacat, ataupun meninggal.
Keempat, segala sesuatu yang kita alami harus kita jadikan pelajaran dan ketika terpuruk tetaplah berusaha untuk kembali bangkit. Jangan pernah kehilangan harapan.
Kelima, silahkan baca cerita selanjutnya masih seputar pengalaman pahit mengendarai motor di postingan berikutnya.

*tambahan
Kejadian itu sudah terjadi tahun 2012, namun efeknya masih terasa sampai saat ini.
Doain aku ya, semoga kaki aku nggak kambuh-kambuh lagi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar