Senin, 04 September 2017

Pengalaman Berharga Ketika Mengendarai Motor (2)

Sama seperti ceritaku sebelumnya, pada postingan kali ini pun masih seputar jatuh dari motor dan dampaknya dalam kehidupanku :"

Ini ceritaku satu tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 6 April 2016.
Kenapa aku ingat? Karena kejadian itu bertepatan pada hari ulang tahun mama ku.

Saat itu aku adalah seorang mahasiswi semester 6, ketika itu aku mengambil kelas drama dalam bahasa inggris. Hampir setiap sore aku menghabiskan waktu dengan teman-temanku untuk keperluan drama, mulai dari menentukan topik, menulis naskah, mentranslatekan naskah kedalam bahasa inggris, menyusun jadwal latihan yang hanya bisa dilakukan beberapa kali dalam seminggu, karena kebetulan aku mengambil kelas malam, jadi beberapa teman satu kelompokku adalah seorang mahasiswa yang juga bekerja, dan kami harus menyesuaikan jadwal latihan dengan teman-teman yang bekerja. Selain itu kami juga mempersiapkan backsound drama sendiri, serta perlengkapan dan kostum sendiri. Aku ingat banget kalau kelompok kami benar-benar mandiri saat itu.

*Oke, itu hanya sekilas kisah pengantar yang membantu untuk menghubungkan ke cerita khususnya.

Lanjut,

Hari itu tanggal 6 April 2016, sepulang kuliah kami menyempatkan diri untuk latihan di taman kampus selama kurang lebih satu jam lamanya. Sepulang dari latihan aku ingat kalau aku dan papa berencana untuk membuat kejutan dihari ulang tahun mama, kebetulan aku kena bagian membeli kue ulang tahunnya.

Ketika dijalan menuju toko kue, hujan tiba-tiba turun. Kurasa aku sudah menceritakan kekurangan pada pengelihatanku di cerita sebelumnya, ditambah dengan hari hujan yang cukup lebat membuatku makin sulit untuk melihat dengan jelas. Lagi dan lagi aku mengalami kecelakaan tunggal ketika aku tidak melihat sebuah mobil putih hendak menyebrang jalan. Aku langsung ngerem mendadak dengan keadaan jalanan licin dan aku terpental jatuh ke aspal. Aku sangat ingat bagaimana rasanya jatuh, dan daguku terhempas ke aspal hingga bibirku sedikit robek dan berdarah. Aku terdiam... Tak bisa berbicara. 

Sekali lagi, aku ditawari untuk diantar pulang oleh orang-orang yang menolongku, tapi aku menolak. Aku pulang dengan kemampuanku sendiri. Entah mengapa, aku takut semua itu hanya akan membuat heboh tetangga dan orang rumahku. Bagiku, aku masih bisa mengatasinya dan pulang sendiri tanpa merepotan orang lain.

Sesampainya dirumah, aku berdiri didepan pintu dengan mulut ternganga tanpa bicara. Aku hanya mengedor-ngedor pintu tanpa bisa memanggil. Ketika itu, abangku adalah orang pertama yang langsung membersihkan darah yang sudah sejak tadi mengalir dari bibirku, sementara tante ku yang kebetulan menginap dirumahku hanya bisa lemas dan masuk kekamar, karena beliau takut darah :"
Sebenarnya abang ku juga takut sama darah, tapi mungkin ini bentuk rasa sayang seorang abang pada adiknya, dia melawan rasa takutnya untuk menolongku. Dia pun segera menelepon mama dan papaku untuk segera pulang. Aku langsung dibawa kerumah sakit terdekat untuk melakukan perawatan :"

Setelah pulang kerumah, aku dan papa hanya saling bertatapan, karena kejadian ini kejutan untuk mama pun batal. Tapi diam diam aku mencoba berbicara dengan papa, walaupun mungkin rada kurang jelas, aku tetap kekeuh mau ngasih kejutan ke mama besok harinya, papa pun menyerahkan semuanya padaku.

Keesokan harinya, aku dan papa berhasil memberikan kejutan ke mama, setelah itu kamipun berdoa bersama. Waktu itu mama bilang, "Ulang tahun mama kan kemarin", aku hanya tersenyum sambil menjelaskan, "Kemarin kan ada sesuatu yang tak terduga terjadi, ma"

Mamapun menjawab, "Jadi itu ya? hadiah ulang tahun mama" sambil nunjuk ke bibir aku yang ditutupi plaster atau apalah itu namanya.

Aku hanya tertawa cengengesan.

Bukan hanya itu saja, dampak dari kejadian ini juga berpengaruh ke latihan drama aku. Aku udah khawatir banget karena waktu pementasan itu kurang lebih tinggal satu bulan, aku deg-deg'an apakah aku bisa latihan dengan maksimal dan sembuh sebelum hari H, karena jangankan untuk bersuara lantang, untuk berbicara seperti biasa aja aku kesulitan.

Oh iya, aku baru ingat...
Ketika itu aku juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tari dalam event Olimpiade Olahraga dan Seni di kampus yang dilaksanakan pada tanggal 12 April. NAH LOHHHH!!!!

Kebayang gak tuh, aku kecelakaan tgl 6 April dan lombanya tanggal 12 April :"
2 hari setelah kecelakaan aku sudah memaksakan diri buat latihan persiapan lomba, bagi kalian yang mungkin pernah mengalami kecelakaan, kalian pasti tau kalau efeknya itu badan berasa pegal semua, sakit didalam gitu dan aku harus menahan rasa sakit itu buat latihan persiapan lomba.

Sampai pada hari H kegiatan.

Aku udah hampir putus asa, aku takut tim ku gak menang karena aku. Mau mundur juga sudah nggak bisa. Jadi aku mempertaruhkan semua pada perlombaan itu.
Aku juga merasa sedikit malu pada keadaan bibirku yang lukanya kelihatan dan tidak bisa ditutupi hanya dengan make-up, bisa dibilang aku menjadi pusat perhatian diantara teman-temanku.
Aku juga nggak bisa senyum dengan manis ketika tampil, mungkin mimik wajahku sangat kaku ketika tampil didepan panggung. Aku hanya menyerahkan semuanya pada gerakan dan mencoba senyum walaupun mungkin tidak terlihat oleh juri.

Tapi....
Kalian tahu apa yang terjadi setelahnya?
Tim tari ku berhasil meraih juara ke 2!!!! WOWWWWW!!!!
Padahal diperlombaan sebelumya kami berhasil meraih juara 1, dan kali ini turun di posisi kedua. Gak apa-apa sih... Mungkin usaha kami masih kurang maksimal. Tapi aku merasa bangga atas apa yang aku peroleh setelah semua yang aku lewati.
Aku menceritakan ini bukan bermaksud untuk sombong. Aku hanya ingin memberi tahukan bahwa segala usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan memperoleh hasil yang baik pula.

Kabar bahagia lainnya adalah...
Ketika apa yang aku khawatirkan untuk penampilan drama ku tidak seperti yang aku pikirkan.

Ketika itu tanggal 27 Mei sudah sebulan sejak kecelakaan itu. Walaupun masih ada bekas yang tertinggal dibibirku, tapi seminggu sebelum penampilan dramaku, aku sudah bisa berbicara dengan normal dan bisa mempersiapkan segalanya dengan baik.

Aku senang ketika penampilan kelompokku yang bergendre "Komedi Horor" itu bisa membuat salah satu juri menangis, lucu kan? Komedi horor, tapi nangis. Kalian tahu gak alasannya?

Alasannya membuatku tersentuh. 
Salah satu juri adalah seseorang yang membantu di kelas drama, bisa dibilang seperti asisten dosen. Dia tahu mengenai kecelakaanku, dia tahu mengenai aku yang tidak bisa berbicara normal selama hampir 2-3 minggu, dia tahu mengenai kesulitan kelompokku yang tidak bisa latihan dengan maksimal ketika itu. Dia menangis... Karena dia melihat kelompokku menampilkan sesuatu yang dia pikir tidak akan menjadi sebagus itu, karena semua hal yang telah terjadi, dia berpikir kalau kami mungkin akan menampilkan sesuatu yang biasa aja, tapi kenyataannya beda, dia sangat bangga atas sesuatu yang kami tampilkan, bukan hanya beliau tapi juga seluruh penonton bertepuk tangan. Aku sangat bangga dengan apa yang aku dan teman-temanku capai saat itu. Aku sangat bahagia ketika kami mendapat pujian "Inilah komedi" padahal sesungguhnya menjadi seorang yang lucu itu nggak mudah, tantangannya adalah membuat orang lain bisa tertawa, tapi kami berhasil melakukan dan melewati tantangan-tantangan itu.

Satu lagi yang perlu kalian ketahui, kelompokku berhasil meraih penghargaa berupa "The Most Creative Group" dalam pementasan drama itu.

Kalian tahu kan alasan kenapa aku menceritakan kisahku ini?
Aku hanya berbagi pengalaman...

Berdasarkan dua cerita yang aku ceritakan dipostingan ini dan sebelumnya aku belajar bahwa setiap orang pasti memiliki masalahnya, pasti selalu ada tantangan dalam kehidupan. Tapi yang perlu kita lakukan adalah berusaha untuk tidak terpuruk pada satu masalah, Tuhan pasti melihat dan membantu dengan caranya.

Seandainya saja ketika kecelakaan itu terjadi, aku menyerah? Aku mundur dari latihan nari, pasti aku akan mengecewakan teman-temanku yang sudah berlatih dengan keras, kemungkinan untuk menang pun menjadi kecil karena harus merombak tarian dan formasi. Iya kan?
Tapi kenyataannya aku gak nyerah. Timku pada akhirnya bisa menang dan mendapatkan juara.
Aku nggak bilang kami menang karena ada aku disana. Bukan! Yang perlu kalian ketahui bahwa ada atau tidak adanya aku disana, mereka pasti bisa tampil dengan baik, ini hanya tentang situasi saja. Karena aku sudah terlanjur bergabung, aku tak mungkin keluar seenaknya tanpa memikirkan timku, benar kan?

Oh iya, udah dulu ya cerita aku hari ini...

Semoga ceritaku bisa bermanfaat untuk kalian. Kalian juga boleh kok sharing pengalaman kalian di kolom komentar.

Terima kasih dan sampai jumpa dipostingan selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar